Postingan

SAHABAT _DG_

Gambar
Dari waktu zaman SMP sampe sekarang pada sibuk sama dunianya masing-masing. Semoga kita tetep kayak gini yaa sampe kapanpun... DG :)

WHO AM I ?

WHO AM I ? SOLEHA ANGGRAENI SAFITRI.       Itulah nama saya. Nama tersebut pemberian kedua orang tua saya dan almarhum kakek saya. Nama SOLEHA diambil karena orang tua saya berharap saya menjadi anak yang Sholehah, lalu kata ANGGRAENI diambil dari nama seorang dokter. Waktu itu orang tua saya ke dokter untuk periksa kandungan lalu bertemu dengan dokter yang bernama Anggraeni. Orang tua saya tertarik dengan nama tersebut, karena orang tua saya berharap anaknya cantik dan pintar seperti dr. Anggraeni. Kakek saya mengusulkan untuk menambahkan nama Safitri kepada orang tua saya, karena pada waktu saya dilahirkan setelah hari raya Idul Fitri masih suasana bulan fitri.                 Saya dilahirkan di Cirebon pada tanggal 18 September 1996, tepatnya pada hari Rabu malam. Jika dalam penanggalan atau kalender Jawa yaitu pada tanggal 5 Jumadil Awal 1929, Rebo Legi. Kedua orang tua saya asli o...

cerita remaja

Gambar
  ” TAK BISAKAH DIA ROMANTIS”   Tak Bisakah Dia Romantis Gerimis malam itu masih saja belum reda. Yunita tetap saja menanti berhentinya kereta api di stasiun Gambir, menunggu kepulangan Ulul yang selalu dia nantikan suara lembutnya. Dia sangat rindu pada temannya dan rindu itu dirasa amat menyekam setelah hampir satu tahun ini mereka terpisah pada jarak. Ulul berkuliah di yogyakarta sedangkan Yunita sendiri meneruskan kuliahnya di Jakarta. Kereta api sudah berhenti dan penumpang berhuyung-huyung turun. Matanya sibuk mencari Ulul diantara kerumunan orang berlalu-lalang. Namun sayang tak dia dapati Ulul di sana. Janjinya untuk datang menemui Yunita dirasa hanya janji belaka. Kesetiaannya menunggunya di stasiun selama dua jam berlalu begitu saja. Amat dingin diarasa udara malam itu, tapi hati dialah yang lebih merasakan dingin. Mimpinya yang saat itu akan dia rasakan pelukan hangat Ulul serasa melayang jauh bersama sepinya stasiun.   ...

persahabatan sunyi

     DI sebuah jembatan penyeberangan tak beratap, matahari menantang garang di langit Jakarta yang berselimut karbon dioksida. Orang-orang melintas dalam gegas bersimbah peluh diliputi lautan udara bermuatan asap knalpot. Lelaki setengah umur itu masih duduk di situ, bersandarkan pagar pipa-pipa besi, persis di tengah jembatan. Menekurkan kepala yang dibungkus topi pandan kumal serta tubuh dibalut busana serba dekil, tenggorok di atas lembaran kardus bekas air kemasan. Di depannya sebuah kaleng peot, nyaris kosong dari uang receh logam pecahan terkecil yang masih berlaku. Dan, di bawah jembatan, mengalir kendaraan bermotor dengan derasnya jika di persimpangan tak jauh dari jembatan itu berlampu hijau. Sebaliknya, arus lalu lintas itu mendadak sontak berdesakan bagai segerombolan domba yang terkejut oleh auman macan, ketika lampu tiba-tiba berwarna merah.    Lelaki setengah umur yang kelihatan cukup sehat itu akan "tutup praktik" ketika ...

indahnya persahabatan

Tiada mutiara sebening cinta.. Tiada sutra sehalus kasih sayang.. Tiada embun sesuci ketulusan hati.. Dan tiada hubungan seindah persahabatan.. Sahabat bukan MATEMATIKA yang dapat dihitung nilainya.. EKONOMI yang mengharapkan materi.. PPKN yang dituntut oleh undang-undang.. Tetapi Sahabat adalah SEJARAH yang dapat dikenang sepanjang masa..